Harga mobil listrik impor alias mobil completely built up (CBU)

Berita

Harga mobil listrik impor alias mobil completely built up (CBU) bisa kompetitif di Indonesia setelah mendapat insentif besar dari pemerintah. Walhasil produknya langsung membetot perhatian publik. Namun di sisi lain, menyimpan polemik jika insentif terus berlanjut.

Insentif untuk impor mobil listrik menuai polemik. Di satu sisi, langkah ini diyakini bisa mempercepat penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia. Namun, di sisi lain, pelaku industri menilai insentif justru berpotensi menggerus daya saing industri otomotif lokal yang selama ini telah berinvestasi besar di Tanah Air.

“Mereka yang sudah investasi, memproduksi domestik dari Korea, dari China juga ada. Itu sudah set up pabrik dengan kapasitas tertentu, tiba-tiba penjualan drop juga, karena fasilitas BEV impor,” kata Peneliti Senior LPEM UI, Riyanto, dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Mobil listrik saat ini masih bertumbuh di Indonesia. Hal ini tercermin dari data Sertifikat Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan.

Tunggul menyampaikan juga bahwa jumlah dimaksud meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang tercatat hanya mencapai 116.439 unit.

Lebih rinci, mobil penumpang berkontribusi mencapai 77.277 unit. Kemudian diikuti kendaraan roda dua sebanyak 15.064 unit, kendaraan roda tiga 617 unit, sisanya komersial dan lain-lain.

Pemerintah saat ini memberikan insentif untuk impor mobil listrik yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Harga mobil listrik impor alias mobil completely built up (CBU) bisa kompetitif di Indonesia setelah mendapat insentif besar dari pemerintah. Walhasil produknya langsung membetot perhatian publik. Namun di sisi lain, menyimpan polemik jika insentif terus berlanjut.

Insentif untuk impor mobil listrik menuai polemik. Di satu sisi, langkah ini diyakini bisa mempercepat penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia. Namun, di sisi lain, pelaku industri menilai insentif justru berpotensi menggerus daya saing industri otomotif lokal yang selama ini telah berinvestasi besar di Tanah Air.

“Mereka yang sudah investasi, memproduksi domestik dari Korea, dari China juga ada. Itu sudah set up pabrik dengan kapasitas tertentu, tiba-tiba penjualan drop juga, karena fasilitas BEV impor,” kata Peneliti Senior LPEM UI, Riyanto, dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Mobil listrik saat ini masih bertumbuh di Indonesia. Hal ini tercermin dari data Sertifikat Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan.

Tunggul menyampaikan juga bahwa jumlah dimaksud meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang tercatat hanya mencapai 116.439 unit.

Lebih rinci, mobil penumpang berkontribusi mencapai 77.277 unit. Kemudian diikuti kendaraan roda dua sebanyak 15.064 unit, kendaraan roda tiga 617 unit, sisanya komersial dan lain-lain.

Pemerintah saat ini memberikan insentif untuk impor mobil listrik yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Browse berita / cerita / Tips Otomotif sesuai hashtags >> otomtalk berita mobil

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
atau browse instagram @Otomtalk dibawah ini:

Kunjungi Sponsor kami Vespark Dealer Resmi Piaggio Vespa Medan SUMUT www.vesparkindo.com
dan dealer resmi MOGE Aprilia dan Moto Guzzi Motoplex di www.motoplexindo.com

Powered by Webhosting Terjamin