Konon, ada satu persamaan antara pengendara motor yang merokok dan

Berita

Konon, ada satu persamaan antara pengendara motor yang merokok dan orang yang sedang jatuh cinta: keduanya sama-sama sulit dinasihati.

Meski demikian, kebiasaan naik motor sambil merokok tak seharusnya dinormalisasi. Selain membahayakan diri sendiri karena mengganggu konsentrasi dan kontrol kendaraan, abu serta bara rokok berisiko mengenai pengendara lain. Tak cuma soal etika berlalu lintas, perilaku itu menyangkut keselamatan bersama di jalan raya.

Menurut studi berjudul ‘Cigarette Smoking, Road Traffic Accidents and Seat Belt Usage’ yang dikerjakan peneliti kesehatan di Southampton, Inggris, kegiatan merokok membuat konsentrasi pengendara terpecah. Selain itu, pengendara juga menjadi abai terhadap aturan-aturan keselamatan.

“Ini menunjukkan peningkatan risiko kecelakaan yang menyebabkan cedera di jam-jam gelap (malam hari) bagi pengemudi yang merokok dibandingkan pengemudi yang tidak merokok. Keterlibatan kecelakaan juga meningkat,” demikian bunyi studi tersebut, dikutip dari Sciencedirect, Selasa (30/12).

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, naik motor sambil merokok sangat berbahaya. Menurutnya, kebiasaan itu bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

“Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Konon, ada satu persamaan antara pengendara motor yang merokok dan orang yang sedang jatuh cinta: keduanya sama-sama sulit dinasihati.

Meski demikian, kebiasaan naik motor sambil merokok tak seharusnya dinormalisasi. Selain membahayakan diri sendiri karena mengganggu konsentrasi dan kontrol kendaraan, abu serta bara rokok berisiko mengenai pengendara lain. Tak cuma soal etika berlalu lintas, perilaku itu menyangkut keselamatan bersama di jalan raya.

Menurut studi berjudul ‘Cigarette Smoking, Road Traffic Accidents and Seat Belt Usage’ yang dikerjakan peneliti kesehatan di Southampton, Inggris, kegiatan merokok membuat konsentrasi pengendara terpecah. Selain itu, pengendara juga menjadi abai terhadap aturan-aturan keselamatan.

“Ini menunjukkan peningkatan risiko kecelakaan yang menyebabkan cedera di jam-jam gelap (malam hari) bagi pengemudi yang merokok dibandingkan pengemudi yang tidak merokok. Keterlibatan kecelakaan juga meningkat,” demikian bunyi studi tersebut, dikutip dari Sciencedirect, Selasa (30/12).

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, naik motor sambil merokok sangat berbahaya. Menurutnya, kebiasaan itu bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

“Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Browse berita / cerita / Tips Otomotif sesuai hashtags >> otomtalk berita mobil motor

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
atau browse instagram @Otomtalk dibawah ini:

Kunjungi Sponsor kami Vespark Dealer Resmi Piaggio Vespa Medan SUMUT www.vesparkindo.com
dan dealer resmi MOGE Aprilia dan Moto Guzzi Motoplex di www.motoplexindo.com

Powered by Webhosting Terjamin