Produsen otomotif asal China, Changan, mengutarakan harapan agar pemerintah bisa

Berita

Produsen otomotif asal China, Changan, mengutarakan harapan agar pemerintah bisa segera mengumumkan peraturan soal insentif mobil listrik. Industri butuh kepastian ini agar bisa menentukan harga yang tepat untuk produk mobil listrik yang mereka jual.

“Sebenarnya kita mengharapkan aturannya cepat keluar. Supaya jelas, bentuknya apa, kita ngikutin, menyesuaikan. Tapi kalau nggak keluar (aturannya) kan kita bingung ya ngitungnya,” bilang Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, dalam diskusi dengan media, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Diberitakan sebelumnya, insentif mobil listrik untuk tahun 2025 belum jelas. Insentif berupa potongan PPN (pajak pertambahan nilai) buat kendaraan listrik sudah berakhir di bulan Desember 2025 lalu. Tapi belum jelas apakah akan diperpanjang atau tidak.

Tahun lalu, mobil listrik mendapat insentif berupa potongan PPN dari 12 persen menjadi 2 persen. Kejelasan soal insentif mobil listrik itu sampai saat ini masih menggantung. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bilang, pihaknya sudah mengirimkan usulan kepada Menteri Keuangan terkait insentif kendaraan listrik.

“Kami sudah mengirimkan surat usulan insentif, di akhir tahun kemarin dari Bapak Menteri Perindustrian. Artinya, saat ini kami masih menunggu dari Kementerian Keuangan terkait keputusannya,” kata Patia Junjungan Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Meski begitu, Patia bilang mobil listrik tetap mendapat insentif PPnBM sesuai program low carbon emission vehicle (LCEV). Sesuai aturan LCEV, PPnBM mobil listrik dikenakan nol persen.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Produsen otomotif asal China, Changan, mengutarakan harapan agar pemerintah bisa segera mengumumkan peraturan soal insentif mobil listrik. Industri butuh kepastian ini agar bisa menentukan harga yang tepat untuk produk mobil listrik yang mereka jual.

“Sebenarnya kita mengharapkan aturannya cepat keluar. Supaya jelas, bentuknya apa, kita ngikutin, menyesuaikan. Tapi kalau nggak keluar (aturannya) kan kita bingung ya ngitungnya,” bilang Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, dalam diskusi dengan media, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Diberitakan sebelumnya, insentif mobil listrik untuk tahun 2025 belum jelas. Insentif berupa potongan PPN (pajak pertambahan nilai) buat kendaraan listrik sudah berakhir di bulan Desember 2025 lalu. Tapi belum jelas apakah akan diperpanjang atau tidak.

Tahun lalu, mobil listrik mendapat insentif berupa potongan PPN dari 12 persen menjadi 2 persen. Kejelasan soal insentif mobil listrik itu sampai saat ini masih menggantung. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bilang, pihaknya sudah mengirimkan usulan kepada Menteri Keuangan terkait insentif kendaraan listrik.

“Kami sudah mengirimkan surat usulan insentif, di akhir tahun kemarin dari Bapak Menteri Perindustrian. Artinya, saat ini kami masih menunggu dari Kementerian Keuangan terkait keputusannya,” kata Patia Junjungan Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Meski begitu, Patia bilang mobil listrik tetap mendapat insentif PPnBM sesuai program low carbon emission vehicle (LCEV). Sesuai aturan LCEV, PPnBM mobil listrik dikenakan nol persen.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Browse berita / cerita / Tips Otomotif sesuai hashtags >> otomtalk berita mobil

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
atau browse instagram @Otomtalk dibawah ini:

Kunjungi Sponsor kami Vespark Dealer Resmi Piaggio Vespa Medan SUMUT www.vesparkindo.com
dan dealer resmi MOGE Aprilia dan Moto Guzzi Motoplex di www.motoplexindo.com

Powered by Webhosting Terjamin