Sebanyak 105.000 unit mobil pickup (atau pikap dalam Bahasa Indonesia)

Berita

Sebanyak 105.000 unit mobil pickup (atau pikap dalam Bahasa Indonesia) bakal diimpor dari India. Ratusan ribu pickup itu bakal digunakan untuk Koperasi Merah Putih.
PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105.000 unit mobil pickup dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,66 triliun. Pickup tersebut bakal diimpor dari India, 35.000 unit di antaranya adalah Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra.

“Pickup kami didesain untuk beroperasi di kondisi jalan berat namun bisa menjaga biaya operasional seminim mungkin. Volume yang dijanjikan dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami bahkan mencapai total volume ekspor pada tahun fiskal 2025. Sesuai dengan filosofi Rise Mahindra, komitmen ini mencerminkan komitmen kami untuk memfasilitasi kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” ungkap CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dikutip laman resminya.

Sementara itu, 70.000 unit sisanya didatangkan oleh Tata Motors. Tata Motors memasok 35.000 pickup Yodha dan 35.000 pikap Ultra T.7 Light Truck. Secara keseluruhan, total proyeknya mencapai Rp 24,66 triliun.

RI Mampu, Impor Mobil Pick up Dipertanyakan
Pengadaan mobil pickup dari India ini jadi sorotan. Padahal Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan jenis pickup. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bila pengadaan pikap itu dipenuhi oleh produsen di dalam negeri, justru akan memberi dampak positif ekonomi sekitar Rp 27 triliun.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Sebanyak 105.000 unit mobil pickup (atau pikap dalam Bahasa Indonesia) bakal diimpor dari India. Ratusan ribu pickup itu bakal digunakan untuk Koperasi Merah Putih.
PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105.000 unit mobil pickup dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,66 triliun. Pickup tersebut bakal diimpor dari India, 35.000 unit di antaranya adalah Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra.

“Pickup kami didesain untuk beroperasi di kondisi jalan berat namun bisa menjaga biaya operasional seminim mungkin. Volume yang dijanjikan dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami bahkan mencapai total volume ekspor pada tahun fiskal 2025. Sesuai dengan filosofi Rise Mahindra, komitmen ini mencerminkan komitmen kami untuk memfasilitasi kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” ungkap CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dikutip laman resminya.

Sementara itu, 70.000 unit sisanya didatangkan oleh Tata Motors. Tata Motors memasok 35.000 pickup Yodha dan 35.000 pikap Ultra T.7 Light Truck. Secara keseluruhan, total proyeknya mencapai Rp 24,66 triliun.

RI Mampu, Impor Mobil Pick up Dipertanyakan
Pengadaan mobil pickup dari India ini jadi sorotan. Padahal Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan jenis pickup. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bila pengadaan pikap itu dipenuhi oleh produsen di dalam negeri, justru akan memberi dampak positif ekonomi sekitar Rp 27 triliun.

Sumber: detikoto

“ browse feed & follow @otomtalk for more “

Browse berita / cerita / Tips Otomotif sesuai hashtags >> otomtalk berita mobil

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
atau browse instagram @Otomtalk dibawah ini:

Kunjungi Sponsor kami Vespark Dealer Resmi Piaggio Vespa Medan SUMUT www.vesparkindo.com
dan dealer resmi MOGE Aprilia dan Moto Guzzi Motoplex di www.motoplexindo.com

Powered by Webhosting Terjamin